Gaya Trading – Swing Trading

0
145
Trading Forex Gaya Swing Trading

Halo Sobat Trader, Swing Trading adalah gaya trading yang mencoba meraih keuntungan jangka pendek hingga menengah dalam instrument trading selama beberapa hari dan bahkan sampai beberapa minggu.

Pengertian paling mudahnya, adalah strategi trading yang menempatkan eksekusi Buy atau Sell pada titik pembalikan harga, sehingga dapat keuntungan se-optimal mungkin saat harga sedang bergerak ke arah tertentu. Sedangkan trader yang sering menggunakan sistem ini sering dijuluki “Swing Trader”

Swing Trader menggunakan analisa teknikal untuk memilih mata uang dengan harga momentum jangka pendek hingga menengah. Swing Trader juga dapat menggunakan analisa fundamental, selain analisa teknikal yang menggunakan analisa trend dan pola harga. Target profit swing trading biasanya lebih besar dari target day trading,sehingga membutuhkan waktu beberapa hari hingga mingguan, agar harga bisa menyentuh target jual.

Apa Saja Kelebihan Dan Kekurangan Swing Trading

Walau banyak orang yang menganggap Swing Trading lebih menguntungkan dan berhasil membuat profit konsisten, tentunya strategi ini memiliki kelebihan dan kekuarangan.

Kelebihan Swing Trading

1. Target Lebih Besar

Swing Trader tidak mencari profit kecil, karena trader mencari untuk membuat satu trading yang baik secara keseluruhan dan menghilangkan resiko overtrading. Seringkali target yang akan diraih jauh lebih besar.

2. Banyak Waktu Yang Lebih

Gaya swing trading biasanya menghabiskan satu hingga dua jam sehari bahkan seminggu untuk benar-benar trading.

3. Tidak Perlu Sering Mengecek Pasar

Gaya swing trading hanya memeriksa pasar beberapa kali sehari saja, bahkan bisa beberapa kali seminggu, karena trading yang dilakukan untuk jangka menengah hingga jangka panjang.

4. Resiko Lebih Rendah

Strategi swing trading biasanya memiliki posisi lebih sedikit dibandingkan trading scalping atau day trading.

Kekurangan Swing Trading

1. Menghabiskan Banyak Waktu

Strategi swing trading dapat menghabiskan waktu berhari-hari bahkan bisa sampai berbulan-bulan sebelum target dicapai dan menutup posisi sesuai target.

2. Resiko Menginap

Menggunakan strategi swing trading harus menahan posisi dalam jangka waktu yang lama dan kondisi tersebut harus menahan posisi terbuka yang menginap. Posisi terbuka yang menginap maka akan dikenakan biaya menginap (swap) sampai posisi tersebut ditutup.

3. Melewatkan Trend Jangka Pendek

Karena fokus di trend jangka menengah, strategi swing trading sering melewatkan kejadian pergerakan di harga trend jangka pendek. Dimana tersebut bisa digunakan untuk mendapatkan profit jangka pendek.

Bagaimana Cara Menyusun Strategi Swing Trading

Menjalankan strategi swing trading, seorang swing trader perlu memperhatikan poin mana yang penting sebelum menggunakannya. Poin tersebut diantaranya:

1. Stop Loss

Gunakan untuk membatasi kerugian anda karena pergerakan harga yang tidak sesuai.

2. Hindari Posisi Averaging

Posisi averaging sering dilakukan oleh trader yang memiliki posisi terbuka yang sedang floating. Hal ini sangat berbahaya jika harga tidak kembali. Karena averaging berarti menambah lot dengan posisi yang sama sehingga kekuatan modalnya semakin terbagi oleh jumlah lot yang di pasang. Inilah bahayanya averaging jika harga tidak segera kembali.

3. Resistance dan Support

Garis resistance dan support saat menjalankan strategi swing trading memiliki peran yang sangat penting. Selama masih dalam area resisten dan support trendline, maka harga masih bergerak sesuai dengan trendnya. Jika terjadi break support atau resisten, ada kemungkinan harga dapat berbalik berlawanan dengan posisi trading yang sudah di pasang sesuai trendnya.

Indah Sari-FS