Mengenal Aset Safe Haven, Instrumen Mana Yang Paling Moncer Saat Ini ?

0
77
Mengenal Aset Save Haven

Mungkin ada diantara sobat trader yang bertanya apa itu SAFE HAVEN ?

Safe Haven adalah :

Jenis investasi yang diharapkan dapat mempertahankan bahkan dapat meningkatkan nilainya karena naiknya permintaan pemburu asset safe haven  selama masa gejolak pasar

Investor mencari tempat berlindung yang aman untuk membatasi tekanan kerugian terhadap aset mereka, manakala terjadi penurunan pasar.  Dimana saat pasar dalam keadaan ber gejolak, yang mengakibatkan nilai pasar dari sebagian besar investasi turun tajam, maka aset safe haven tidak tergerus nilai nya, bahkan mengalami peningkatan nilai

Investasi safe haven dipercaya menawarkan perlindungan dari penurunan pasar.

Safe Haven sering juga disebut dengan Lindung Nilai ( Hedging ) .

Ada beberapa instrumen yang dianggap sebagai Safe Haven, yakni :

  1. Logam mulia atau emas
  2. Obligasi / surat hutang pemerintah negara Amerika, atau dikenal jjuga dengan nama US Treasury
  3. Mata uang asing ( currencies )

Mari kita bahas satu persatu satu ke 3 instrumen safe haven ini

EMAS

Selama bertahun-tahun, emas telah dianggap sebagai penyimpan nilai, juga sekaligus sebagai salah satu instrumen safe-haven yang paling umum dikenal di kalangan investor.

Sebagai komoditas fisik, emas tidak dapat dicetak seperti uang, dan nilainya tidak dipengaruhi oleh keputusan suku bunga yang dibuat oleh pemerintah. Karena emas secara historis mempertahankan nilainya dari waktu ke waktu, emas berfungsi sebagai bentuk asuransi terhadap peristiwa ekonomi yang merugikan. Ketika terjadi peristiwa buruk yang bertahan untuk sementara waktu, investor cenderung menumpuk dana mereka ke dalam emas, yang menaikkan harganya karena meningkatnya permintaan.

Juga, ketika ada ancaman inflasi, nilai emas meningkat karena dihargai dalam dolar AS.

Di saat  pasar lagi  bearish, investor biasanya lebih suka membeli emas, dan pada saat inflasi tinggi dan volatilitas pasar, emas dianggap oleh banyak orang sebagai aset ‘safe haven’. Ketika perang Rusia-Ukraina dimulai, harga emas naik di atas $2.000 di COMEX, sebuah divisi dari Chicago Mercantile Exchange, dan di Multi Commodity Exchange (MCX) India, harga emas naik 4,66 persen menjadi Rs 52.559 pada 7 Maret. 2022.

Namun akhir-akhir ini, harga emas sedang dalam perjalanan menurun. Ini telah turun sebanyak 6,06 persen dari Rs 53.890 pada 8 Maret 2022 menjadi Rs 50.619 pada 23 Juni 2022.

Juga di sesi perdagangan hari Kamis kemarin 21 Juli 22

Pada pukul 06:15 WIB, harga emas dunia di pasar spot berada di US$ 1.694,55 per troy ons merupakan harga terendah selama 15 Bulan.

Harga emas berjangka turun 0,66% ke $1.689,05/oz pukul 11.13 WIB

Harga emas jatuh karena kenaikan dolar, dan imbal hasil obligasi AS dibayangi dukungan dari kekhawatiran atas melonjaknya inflasi

Setelah inflasi AS bulan Mei 2022 mencapai 8,6 persen dimana menjadi inflasi tertinggi selama 41 tahun, Serta dilanjutkan  The Fed AS menaikkan suku bunga sebesar 0,75 persen pada bulan Juni 22, yang mengakibatkan dolar trus melaju tak terbendung, sementara nilai emas trus menurun.  Bahkan tingkat inflasi bulan Juni 2022 juga makin melonjak yakni sebesar 9,1 %, yang di prediksi secara kuat The Fed kembali melakukan kebijakan hawkish di pertemuan the Fed yang akan berlangsung pada tanggal  26 – 27 Juli ini.

OBLIGASI / SURAT HUTANG / US Treasury

Negara Amerika Serikat dinilai sebagai ekonomi terkuat di dunia.

Oleh karena itu surat hutang pemerintah AS dipandang memiliki tingkat keamanan yang cukup tinggi, dan potensi gagal bayar yang sangat rendah. Sebagai instrumen investasi, US Treasury akan cukup diminati saat meningkatnya risiko investasi di pasar saham, yang akan mendorong penurunan imbal hasil US Treasury atau peningkatan harga.

Investor berkeyakinan obligasi ini minim resiko, karena investasinya didukung oleh pemerintah Amerika yang pasti akan dilunasi saat jatuh tempo.

MATA UANG ASING / CURRENCIES

Beberapa mata uang dianggap sebagai tempat berlindung yang aman dibandingkan dengan yang lain. Di pasar yang bergejolak, investor dan pedagang mata uang mungkin berusaha mengubah kepemilikan uang tunai , sehingga mata uang sebagai safe haven yang paling diburu.

Di kalangan trader forex, ada 3 pasangan mata uang  yang dianggap sebagai safe haven, yakni :

  1. Dolar Amerika
  2. Franc Swiss
  3. Yen Jepang

Ketiga mata uang ini yakni  memiliki kecenderungan untuk menguat apabila terjadi ketidakpastian ekonomi.

DOLAR / USD

Seringkali dolar AS adalah tempat berlindung yang aman bagi perusahaan yang menghadapi ketidakpastian mata uang domestik karena fakta bahwa itu adalah mata uang cadangan dunia dan denominasi untuk banyak transaksi bisnis internasional. Dolar yang kuat dan imbal hasil obligasi yang lebih tinggi telah memberikan tekanan pada harga emas. Akibatnya, dolar menjadi menarik bagi investor. Greenback dipandang sebagai aset yang aman, meskipun AS memiliki jumlah kasus Covid-19 tertinggi di dunia.

Daya tarik dolar didorong oleh stabilitas politik dan ekonomi di AS serta fakta bahwa mata uang tidak bergejolak seperti rekan-rekan pasar negara berkembang.

Lebih dari $1,8 triliun dolar AS sekarang beredar di seluruh dunia. Dolar AS disimpan oleh sebagian besar bank sentral global sebagai cadangan dan sebagian besar transaksi internasional dilakukan dengan mata uang AS.

Situasi pasar yang serba tidak pasti ditambah ancaman resesi global, membuat aset safe haven diburu, dan dolar Amerika yang paling banyak diuber.

Terlebih bank sentral AS (The Fed) terlihat agresif menaikkan suku bunga acuannya sampai dengan akhir tahun ini.

Data yang kami ambil dari CNBC, terlihat investor  beralih ke dolar AS.

Dimana  terlihat dari posisi beli bersih (net long) yang naik tajam. Data dari Commodity Futures Trading Commission (CFTC) menunjukkan posisi spekulatif net long dolar AS melonjak US$ 1,52 miliar atau sekitar Rp 22,5 triliun (kurs Rp 14.800/US$) dalam sepekan yang berakhir 21 Juni.

Kenaikan tersebut artinya para spekulan semakin banyak memborong dolar AS, ketimbang mata uang utama lainnya, Yen, Euro, Poundsterling, Franc,  Dolar Kanada dan Dolar Australia.

Kenaikan net long tersebut bisa menjadi indikasi dolar AS akan terus menguat.

FRANC SWISS

Franc Swiss dianggap sebagai mata uang safe-haven. Mengingat stabilitas pemerintah Swiss dan sistem keuangannya, franc Swiss biasanya menghadapi tekanan ke atas yang kuat yang berasal dari peningkatan permintaan asing. Swiss memiliki industri perbankan yang besar, aman, dan stabil, pasar modal dengan volatilitas rendah, hampir tidak ada pengangguran, standar hidup yang tinggi, dan angka neraca perdagangan yang positif.

Kemerdekaan Swiss dari Uni Eropa juga membuatnya agak kebal terhadap setiap peristiwa politik dan ekonomi negatif yang terjadi di kawasan itu. Kebetulan, Swiss juga merupakan surga pajak bagi orang kaya, yang memanfaatkan fitur keamanan tinggi dan perbankan anonim negara itu untuk menghindari pajak dan menyembunyikan dana haram.

Hari hari ini,  Swiss Franc kurang dimintai pemburu safe haven.

Penyebabnya adalah mata uang Swiss ini justru memiliki volatilitas yang rendah, sehingga potensinya pun dianggap kurang menarik. Di satu sisi, minimnya berita ekonomi dari Swiss juga membuat franc tidak bergerak signifikan

 YEN JEPANG

Dolar Amerika Serikat (AS) rupanya menjadi aset safe haven dengan kinerja paling baik sepanjang tahun ini. Merujuk Bloomberg, dolar AS (USD/IDR) secara year to date telah menguat 3,51% terhadap rupiah yang ditutup di level 14.543 per dolar AS pada Rabu (21/7).

Kinerja dolar AS mampu mengungguli dua aset save hafen lainnya, yakni yen Jepang dan emas. Tercatat, JPY/IDR secara year to date justru terkoreksi 3,02%, sementara emas dunia telah melemah 4,68% pada periode yang sama.

Nah, itulah pembahasan tentang Mengenal Aset Safe Haven. Semoga informasi ini  berguna bagi  Anda  saat melakukan trading forex. Yuk terus semangat meraih peluang cuan dengan meraih profit di trading forex!

Bagi Anda yang ingin mendapatkan edukasi  forex silahkan melihat video video edukasi kami di : https://www.youtube.com/c/ForexSimpro_Official

Juga bagi sobat trader yang ingin mendapatkan signal forex serta ingin berdiskusi langsung dengan para analis, silahkan bergabung di komunitas forex simpro di telegram : https://t.me/ForexSimproBot

Para analis Forex Simpro siap untuk berdiskusi, memberikan market update termasuk merilis signal forex setiap harinya.

Tak hanya itu, sobat trader juga berkesempatan untuk mendapatkan bimbingan dan edukasi dari berbagai macam seminar atau pelatihan yang kami selenggarakan. Untuk itu, tunggu apalagi? Segera berinvestasi bersama kami dan tentukan jalan kesuksesan Anda sekarang! Untuk buka akun trading forex, silakan klik : https://www.javafx.co.id/seasonal/prime/A01FA

Michiko